Jumat, 20 Juni 2014


Ev: Yehezkiel 2:1-5 Ep: 2 Korintus 11:16-17

Pendahuluan
Yehezkiel adalah anak Busy dan merupakan keluarga Imam. Dia dibawa bersama-sama dengan masyarakat lainnya ke Tel-Abib dekat dengan sungai Kebar pada pembuangan pertama tahun 597). Dia sudah menikah dan istrinya meninggal sekitar tahun 587 tepatnya sebelum atau pada masa penyerangan Yerusalem (24: 18). Pada tahun kelima setelah pembuangan (593/2), dia dipanggil menjadi nabi seperti yang tertulis dalam Yehezkiel 29: 17 dan kenabiannya berakhir pada tahun 571. Dalam pemberitaannya, ia mendesak, memperingatkan, dan menghibur sesama penderitanya di dalam pembuangan.
Pesan yang disampaikan Nabi Yehezkiel berasal dari Allah yang diterimanya pada masa awal pembuangan, itu sebabnya Kitab Yehezkiel ini menjadi tahap baru dari nubuatan di Israel dan memiliki ciri yang berbeda dengan kitab para nabi lainnya. Yehezekiel sering dipanggil Allah dengan sebutan “anak manusia”, suatu gelar yang menitik-beratkan kerendahan Yehezekiel sebagai seorang manusia saja. Dalam melaksanakan panggilan kenabiannya, Yehezekiel banyak sekali memakai symbol dan gambaran disamping melibatkan kehidupan pribadinya sendiri. Disamping sebagai orang yang diberi kemampuan untuk melihat dan mengetahui hal yang supra-Normal, Yehezekiel adalah seorang yang tidak pernah berhenti berpikir memakai otaknya. Panggilan-panggilan(vision) yang diterimanya selalu diuraikan dengan sejelas mungkin, hal itu nampak misalnya dalam uraian tentang Kemuliaan Tuhan yang dilihatnya (pasal 1-3),tentang kota Yerusalem dan bait Allah yang baru (pasal 40-48). Selain sebagai nabi Yehezkiel juga seorang imam. Perpaduan duifungsi ini juga hanya dimulai oleh Yehezkiel. Dan seluruh pemberitaan Yehezekiel tidak bisa dilepaskan dari keunikan pribadinya, dan karena itu tidak bisa disamakan begitu saja dengan berita dari nabi-nabi lainnya.
Pendalaman Teks
Dalam ayat 1, dikatakan, FirmanNya kepadaKu, ini berarti Allah sendiri langsung menyatakan diriNya kepada Yehezkiel. Dalam psikologi Ibrani, ucapan seseorang dianggap dalam pengertian tertentu sebagai sebagian dari kedirian si pembicara yg mempunyai keberadaan sendiri yg nyata. Maka ucapan atau Firman Allah dalam Alkitab ialah pernyataan diriNya sendiri, dan kata davar bisa menunjuk kepada berita-berita tersendiri yg diberikan kepada para nabi, atau kepada isi penyataan dalam keseluruhannya. Kata itu dipakai 394 kali tentang komunikasi dari Allah kepada manusia. Davar mengandung kuasa yg serupa dengan kuasa Allah yg mengucapkannya (Yes 55:11), melaksanakan kehendak-Nya tanpa halangan, harus diperhatikan oleh para malaikat dan manusia (Mazm 103:20;  Ul 12:32), tetap untuk selama-lamanya (Yes 40:8), dan tak akan kembali kepada Allah tanpa digenapi lebih dahulu ( Yes 55:11). Dalam Mazm 119,  davar lebih menunjuk kepada firman Allah yg tertulis. Konsep Logos dalam PB diterjemahkan dari  istilah davar dalam PL. Dalam PB istilah logos sangat luas, namun intinya Logos ialah amanat dari pihak Allah yg dinyatakan dalam Yesus Kristus, yg wajib diberitakan dan ditaati.
 Yehezkiel dipanggil atau disebut “Anak Manusia”, istilah perkataan itu dapat diartikan untuk menyatakan bahwa manusia adalah lemah, fana. Kemudian istilah Anak Manusia (Ibr. Ben Adam, dalam tradisi Israel biasanya digunakan untuk menyebutkan jabatan Nabi. Dalam PB, Jesus juga disebut sebagai Anak Manusia. Sebutan Anak manusia dalam diri Yesus memiliki fungsi, Ia datang dalam misi penebusan melalui penderitaan (Mat 12:14; 17:22; 20:18; Mark 9:31; Luk 9:44). Istilah Anak manusia juga sangat menarik karena merujuk kepada mesias, yang diurapi.  Jika Allah berfirman itu sekaligus menyatakan hakikat Allah. Ini berati Allah yang transenden tidak jauh dari manusia. Lalu dikatakan “ bangun dan berdiri. Ungkapan bangun berarti sebelumnya Yehekiel tersugkur, atau bersujud, sikap ini menunjukkan sikap merendahkan diri dihadapan Tuhan. Lalu kata bangun dilanjutkan dengan kata “berdiri” Sikap berdiri merupakan sikap hormat, respon kepada Tuhan dan menujukkan sikap “siap” dalam menerima sesuatu atau pesan dari yang menyampaikan.Istilah kalimat” bangun dan bangkit” dapat juga diartinya proses transformasi dari hidup dalam perbudakan ke dalam hidup yang merdeka.
Dalam Ayat 2: Menekankan bahwa dalam hidup manusia perlu bangkit, perlu aktif, lalu Tuhan akan memberikan kekuatan kepada manusia untuk melakukan perintahNya. Peransentral Tuhan dalam aktifitas manusia tidak biasa diabaikan.
Dalam ayat 3, ditekankan tentang Pengutusan. Misi pengutusan Yehekiel sangat unik, karena ia hidup dan di utus ke tengah-tengha pembuangan, hal ini berbeda dengan nabi-nabi sebelumnya. Ia diutus kepada bangsa pemberontak (goyim), istilah goyim sebelumnya tidak dipakai untuk orang Israel. Pernyataan ini sekaligus menekankan bahwa Israel telah kehilangan martabatnya sebagai umat pilihan Allah, mereka telah kehilangan identitas, jati diri sebagai umat perjanjian. Mereka telah seperti seorang anak yang memberontak terhadap Ayahnya. Pergeseran ini adalah konsekuensi dan ketidaksetiaan umat Israel kepada Tuhan. Mereka tidak lagi memeliharan kesetiaan dan kekudusan hidup.Allah menyebut mereka bangsa pemberomtak: Keras kepala (khasheh) secara hurifiah diartikan: keras, kejam, berat, keras kepala, keras, sulit,  kaku leher, dan tegar hati (chazag) secara hurufiah diartikan kuat, perkasa, sakit, lebih kuat, lebih keras, terpanas, kurang ajar, keras.
Dalam ayat 4; ditekankana tentang fungsi dan otoritas orang mengutus dan yang di utus. Yehezkiel diutus sebagai duta Allah, nabi Allah ditengah-tengah Israel.
Dalam ayat 5: Allah menekankan supaya Yehezkiel mampu bertahan, meski upayanya gagal dalam penilaian manusia, tidak berguna bagi Israel, tapi mereka tidak memiliki alasan tidak ada orang yang tidak menasehati mereka, mereka harus merasakan ada nabi di tengah-tengah mereka yang menyampaikan Hukuman bagi orang berdosa  dan keselamatan bagi orang yang bertobat.

Refleksi/Renungan

(Panggilan, visi, Yehekiel dalam nats ini juga menyatakan bagaimana Yesus menampakkan diri pada Saulus, dalam Kis 26:16). Kita semua memiliki panggilan untuk menyuarakan suara KENABIAN. Tuhan selalu memiliki jalan tersendiri untuk menyatakan kerajaanNya. Dalam pergumulan hidup barang kali kita sering beranggapan bahwa Tuhan itu jauh dari hidup kita, padahal Allah tidak pernah menjauhkan diriNya dari kita. Tetapi manusialah yang membuat dirinya jauh dari Allah karena berbuat dosa, sehingga akibat dosa itu kita merasakan kekawatiran , rasa takut, terbebani (Adam dan Hawa). Penderitaan bisa saja akibat dari perbuatan dosa, meskipun tidak semua hal penderitaan yang dialami seseorang bukan karena dosanya sendiri (Ayub), banyak anak-anak yang tidak tahu apa-apa harus mengalami nasip yang tragis, dibuang, diterlantarkan. Umat Israel mengalami penderitaan karena akibat dosa yang mereka perbuat. Namun ditengah-tengah pergumulan mereka, Allah memanggil Yehezkiel untuk menyampaikan firmanNya(=Menyatakan keberadaan Allah). Panggilan kepada Yehezkiel sekaligus menyatakan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umatNya, Allah senantiasa mengasihi umatNya. Dalam pergumulan hidup yang kita alami Tuhan meminta kita untuk selalu mengenal diri kita, bersujud kepadaNya, tidak putus asa, tapi tetap “bangkit” (aktif), bukan fasif. Tuhan telah mengangkat kita sebagai AnakNya, Tuhan selalu memberi penghiburan bagi kita,melalui Roh Kudusnya, untuk memampukan dan menguatkan kita.
Yesus adalah yang telah diutus Allah, untuk membawa misi keselamatan, meskipun dia harus melewati penderitaan. Yesus  telah memperbaharui status kita dari hamba/budak, menjadi orang yang merdeka, kita telah diangkat dari perbudakan dosa. Tuhan  telah memilih para hambanya melalui gerejaNya (Pendeta, Guru, Bibelvrow, Diakones, Evanggelis, Sintua) untuk menjaga dan memelihara hidup kerohanian umat Allah, agar kita senantiasa menjadi umat yang setia, taat kepada Tuhan bukan menjadi “pemberontak” yang menolak firman Tuhan(menolak kehadiran Tuhan). Para hamba Tuhan juga harus kuat dalam menghadapi masalah-masalah dalam pelayanan, meskipun kita harus mendapat penolakan, tidak di dengarkan jemaat kita, bahkan tidak menghiraukan kita. Jika Tuhan yang memilih kita, tentunya Tuhan yang memanpukan dan memberikan kuasa, (power, ototitas)kepada kita untuk menjalankan fungsi kita untuk menyuarakan suara kenabian.
Kehancuran Yerusalem, pembuangan ke babel, identitas umat Israel sebagai bangsa pemberontak, Dapat menjadi refleksi dan menjadi gambaran kondisi kehidupan kita pada saat ini. Kita melihat bagaimana kehancuran moral, spiritual manusia pada saat ini, kita melihat bagaimana kekuatan duniawi (babelisme:kapitalisme, konsumerisme, individualisme, hedonisme) pada saat ini menjajah kehidupan kita, kita ditawan oleh nafsu dan kerakusan. Kita telah kehilangan jati diri dan identitas kita sebagai bangsa Indonesia, sebagai umat beragama, sebagai orang Kristen, sebagai jemaaht HKBP. Sebagai warna Negara kita sering tidak menunjukkan jati diri kita menjadi warga yang bertanggungjawab, sebagai umat beragama kita sering melanggar norma-noma, nilai-nilai kemanusiaan, sebagai orang Kristen kita sering menunjukkan sikap yang tidak etis, (tidak memiliki etika), kualitas hidup kita, baik secara moral, dan spiritual, tidak menunjukkan kecerdesan yang sehat. Hendakanya kita melepskan sifat dan sikap kita sebagai manusia “pemberontak”. Kita hendaknya menjadi manusia yang taat dan beriman, hal itu nampak dalam kualitas: kecerdesan emosional, kecerdedasan, intelektual, kecerdasan spiritual. 
BAHAN SERMON MINGGU SEXAGESIMA, 23 Februari 2014
Ev. :Psalm. 119 :33 – 40
TOPIK : Mangantusi Jala manghangoluhon Hata ni Debata

Patujolo
Molo tajaha do isi buku psalmen na adong di Bindu 119 tangkas do tarida diondolhon parpsalmen i taringot tu ngolu na mardalan di dalan lomo ni roha ni Debata. Jala tarida do nang angka ragam ni na masa na di pangkilalahon parpsalmen di hatiha i ima tung mansai torop halak na manadingkon patik ni Debata, adong parjahat na mangaropi, godang naung madua roha manang meoleol sandok tahe parange nasida i nga lam mambahen ngolu nasida gabe lam lumlam manang tidak teratur. Alai nang pe masa angka na jorbut i ndang gabe mangihut parpaslmen on, ala tu Debata do ibana mangido huhut pasahathon dirina asa tongtong boi ibana mangolu hombar tu na pinatikhon ni Debata di ngoluna. Jala tarida do kedekatan ni Parpsalmen i dohot Debata pola do didok di ayat 10 : “Sai hulului do Ho sian nasa rohangku unang tung loas ahu lilu sian angka tonaMi. Lapatanna : Boi do berengonta tangkas kedekatan pribadi ni Parpsalmen i dohot Debata, dibahen ibana do Debata gabe haposan di ngoluna,memiliki sikap prinsipil yang kuat /Nunga Hupillit dalan Hasintongan (Ay. 30 )
Hatorangan Turpuk
Ay. 33-37 : Adong do 5 hali hata na mandok hata “sai” na martudutudu ma i laho mangelek manang meminta dengan kerendahan hati tu adopan ni Debata huhut muse manang na piga pandohan na dipangke di turpuk on na marpardomuan tu hata ni Debata i ma :AturanMi (Ay.33), TonaMi (Ay.34),PanindangionMu (Ay. 35), dalanMi (Ay. 37). Tangkas ma tarida denggan do parsaoran ni Parpslmen on dohot Debata jala dijagahon ibana do dirina asa tongtong mangaradoti Patik dohot Uhum ni Debata di ngoluna siganup ari asa marhite panindangion ni Parpslmen i lam marningot ma bangso i tu pambahenan ni Debata naung paluahon nasida sian parhatobanon Misir, di lehon do PatikNa tu bangso i asa mangolu nasida dibagasan haporseaon na sintong, jala patik i ndang rajuman i berbentuk uhuman sian Debata alai na margunamai laho pauliulihon nasida gabe dalan di nasida laho mangantusi lomo ni Debata sian pardalanan ngolu ni nasida.
Ay. 38- 40: “ Dipangido parpslmen i do gabe parhitean ibana laho manghajongjongkon bagabaga ni Debata ai na pos do rohana saluhut na masa di ngolunai dao dumenggan dope Uhum ni Debata, ala ni i ma tutu tarido sihol ni roha di ibana  aho mansuarahon hatigoran i ala nunga lam sursar ngoluni bangso i hatiha i. Adong do tolu sintuhu na adong di turpuk on i ma :
Manghalomohon lomo ni roha ni Debata ndada lomonta taridama i molo martangiang hita mangido unang tarippu  aha na tapangido i pintor terkabul, ai ndang hita naummboto aha na dumenggan di ngolunta on alai Debata do.  Hombar tu pangidoantai ingkon dohononta ma sai saut ma lomo ni rohaM, asa tarida saurdot pangidoanta dohot lomo ni roha ni Debata.
Mardalan di dalan ni Debata lapatanna ada sikap setia  dan tidak mendua hati, fokus kepada satu jalan saja yakni jalan Tuhan. Di ay. 14, 36 tarida do tutu sikap parsingantungon ni parpsalmen i tu Debata, alani i do dipangido asa tongtong jaga hita di rohanta. Ala “roha” i ma bagian ni parbagason ni jolma, na mangonjar pambahenan manang pangalahonta, alni i do molo jaga do hita disi, saluhut angka sangkap na roa pe mago do i. Alai molo Debata na manggohi rohanta i tau ma hita laho mardalan di lomo ni roha ni Debata
Mangolu di bagasan hatigoran ni Debata, ndada hatigoran ni jolma.
III. Sipahusorhusoron
Pangke ma saluhut na adong di ho laho pasauthon lomo ni roha ni Debata
Janganlah hanya sebagai pendengar akan Hukum dan Aturan Allah saja melainkan jadilah pelaku Firman Allah.
Ragam do hasurungan ni angka jolma na mangolu di lomo roha ni Debta i ma “ingkon martua do ibana di ngoluna i.
BAHAN SERMON MINGGU SEXAGESIMA, 23 Februari 2014
Ev. :Psalm. 119 :33 – 40
TOPIK : Mangantusi Jala manghangoluhon Hata ni Debata

Patujolo
Molo tajaha do isi buku psalmen na adong di Bindu 119 tangkas do tarida diondolhon parpsalmen i taringot tu ngolu na mardalan di dalan lomo ni roha ni Debata. Jala tarida do nang angka ragam ni na masa na di pangkilalahon parpsalmen di hatiha i ima tung mansai torop halak na manadingkon patik ni Debata, adong parjahat na mangaropi, godang naung madua roha manang meoleol sandok tahe parange nasida i nga lam mambahen ngolu nasida gabe lam lumlam manang tidak teratur. Alai nang pe masa angka na jorbut i ndang gabe mangihut parpaslmen on, ala tu Debata do ibana mangido huhut pasahathon dirina asa tongtong boi ibana mangolu hombar tu na pinatikhon ni Debata di ngoluna. Jala tarida do kedekatan ni Parpsalmen i dohot Debata pola do didok di ayat 10 : “Sai hulului do Ho sian nasa rohangku unang tung loas ahu lilu sian angka tonaMi. Lapatanna : Boi do berengonta tangkas kedekatan pribadi ni Parpsalmen i dohot Debata, dibahen ibana do Debata gabe haposan di ngoluna,memiliki sikap prinsipil yang kuat /Nunga Hupillit dalan Hasintongan (Ay. 30 )
Hatorangan Turpuk
Ay. 33-37 : Adong do 5 hali hata na mandok hata “sai” na martudutudu ma i laho mangelek manang meminta dengan kerendahan hati tu adopan ni Debata huhut muse manang na piga pandohan na dipangke di turpuk on na marpardomuan tu hata ni Debata i ma :AturanMi (Ay.33), TonaMi (Ay.34),PanindangionMu (Ay. 35), dalanMi (Ay. 37). Tangkas ma tarida denggan do parsaoran ni Parpslmen on dohot Debata jala dijagahon ibana do dirina asa tongtong mangaradoti Patik dohot Uhum ni Debata di ngoluna siganup ari asa marhite panindangion ni Parpslmen i lam marningot ma bangso i tu pambahenan ni Debata naung paluahon nasida sian parhatobanon Misir, di lehon do PatikNa tu bangso i asa mangolu nasida dibagasan haporseaon na sintong, jala patik i ndang rajuman i berbentuk uhuman sian Debata alai na margunamai laho pauliulihon nasida gabe dalan di nasida laho mangantusi lomo ni Debata sian pardalanan ngolu ni nasida.
Ay. 38- 40: “ Dipangido parpslmen i do gabe parhitean ibana laho manghajongjongkon bagabaga ni Debata ai na pos do rohana saluhut na masa di ngolunai dao dumenggan dope Uhum ni Debata, ala ni i ma tutu tarido sihol ni roha di ibana  laho mansuarahon hatigoran i ala nunga lam sursar ngoluni bangso i hatiha i. Adong do tolu sintuhu na adong di turpuk on i ma :
Manghalomohon lomo ni roha ni Debata ndada lomonta taridama i molo martangiang hita mangido unang tarippu  aha na tapangido i pintor terkabul, ai ndang hita naummboto aha na dumenggan di ngolunta on alai Debata do.  Hombar tu pangidoantai ingkon dohononta ma sai saut ma lomo ni rohaM, asa tarida saurdot pangidoanta dohot lomo ni roha ni Debata.
Mardalan di dalan ni Debata lapatanna ada sikap setia  dan tidak mendua hati, fokus kepada satu jalan saja yakni jalan Tuhan. Di ay. 14, 36 tarida do tutu sikap parsingantungon ni parpsalmen i tu Debata, alani i do dipangido asa tongtong jaga hita di rohanta. Ala “roha” i ma bagian ni parbagason ni jolma, na mangonjar pambahenan manang pangalahonta, alni i do molo jaga do hita disi, saluhut angka sangkap na roa pe mago do i. Alai molo Debata na manggohi rohanta i tau ma hita laho mardalan di lomo ni roha ni Debata
Mangolu di bagasan hatigoran ni Debata, ndada hatigoran ni jolma.
III. Sipahusorhusoron
Pangke ma saluhut na adong di ho laho pasauthon lomo ni roha ni Debata
Janganlah hanya sebagai pendengar akan Hukum dan Aturan Allah saja melainkan jadilah pelaku Firman Allah.
Ragam do hasurungan ni angka jolma na mangolu di lomo roha ni Debta i ma “ingkon martua do ibana di ngoluna i.


BAHAN SERMON MINGGU SEXAGESIMA, 23 Februari 2014
Ev. :Psalm. 119 :33 – 40
TOPIK : Mangantusi Jala manghangoluhon Hata ni Debata

Patujolo
Molo tajaha do isi buku psalmen na adong di Bindu 119 tangkas do tarida diondolhon parpsalmen i taringot tu ngolu na mardalan di dalan lomo ni roha ni Debata. Jala tarida do nang angka ragam ni na masa na di pangkilalahon parpsalmen di hatiha i ima tung mansai torop halak na manadingkon patik ni Debata, adong parjahat na mangaropi, godang naung madua roha manang meoleol sandok tahe parange nasida i nga lam mambahen ngolu nasida gabe lam lumlam manang tidak teratur. Alai nang pe masa angka na jorbut i ndang gabe mangihut parpaslmen on, ala tu Debata do ibana mangido huhut pasahathon dirina asa tongtong boi ibana mangolu hombar tu na pinatikhon ni Debata di ngoluna. Jala tarida do kedekatan ni Parpsalmen i dohot Debata pola do didok di ayat 10 : “Sai hulului do Ho sian nasa rohangku unang tung loas ahu lilu sian angka tonaMi. Lapatanna : Boi do berengonta tangkas kedekatan pribadi ni Parpsalmen i dohot Debata, dibahen ibana do Debata gabe haposan di ngoluna,memiliki sikap prinsipil yang kuat /Nunga Hupillit dalan Hasintongan (Ay. 30 )
Hatorangan Turpuk
Ay. 33-37 : Adong do 5 hali hata na mandok hata “sai” na martudutudu ma i laho mangelek manang meminta dengan kerendahan hati tu adopan ni Debata huhut muse manang na piga pandohan na dipangke di turpuk on na marpardomuan tu hata ni Debata i ma :AturanMi (Ay.33), TonaMi (Ay.34),PanindangionMu (Ay. 35), dalanMi (Ay. 37). Tangkas ma tarida denggan do parsaoran ni Parpslmen on dohot Debata jala dijagahon ibana do dirina asa tongtong mangaradoti Patik dohot Uhum ni Debata di ngoluna siganup ari asa marhite panindangion ni Parpslmen i lam marningot ma bangso i tu pambahenan ni Debata naung paluahon nasida sian parhatobanon Misir, di lehon do PatikNa tu bangso i asa mangolu nasida dibagasan haporseaon na sintong, jala patik i ndang rajuman i berbentuk uhuman sian Debata alai na margunamai laho pauliulihon nasida gabe dalan di nasida laho mangantusi lomo ni Debata sian pardalanan ngolu ni nasida.
Ay. 38- 40: “ Dipangido parpslmen i do gabe parhitean ibana laho manghajongjongkon bagabaga ni Debata ai na pos do rohana saluhut na masa di ngolunai dao dumenggan dope Uhum ni Debata, ala ni i ma tutu tarido sihol ni roha di ibana  aho mansuarahon hatigoran i ala nunga lam sursar ngoluni bangso i hatiha i. Adong do tolu sintuhu na adong di turpuk on i ma :
Manghalomohon lomo ni roha ni Debata ndada lomonta taridama i molo martangiang hita mangido unang tarippu  aha na tapangido i pintor terkabul, ai ndang hita naummboto aha na dumenggan di ngolunta on alai Debata do.  Hombar tu pangidoantai ingkon dohononta ma sai saut ma lomo ni rohaM, asa tarida saurdot pangidoanta dohot lomo ni roha ni Debata.
Mardalan di dalan ni Debata lapatanna ada sikap setia  dan tidak mendua hati, fokus kepada satu jalan saja yakni jalan Tuhan. Di ay. 14, 36 tarida do tutu sikap parsingantungon ni parpsalmen i tu Debata, alani i do dipangido asa tongtong jaga hita di rohanta. Ala “roha” i ma bagian ni parbagason ni jolma, na mangonjar pambahenan manang pangalahonta, alni i do molo jaga do hita disi, saluhut angka sangkap na roa pe mago do i. Alai molo Debata na manggohi rohanta i tau ma hita laho mardalan di lomo ni roha ni Debata
Mangolu di bagasan hatigoran ni Debata, ndada hatigoran ni jolma.
III. Sipahusorhusoron
Pangke ma saluhut na adong di ho laho pasauthon lomo ni roha ni Debata
Janganlah hanya sebagai pendengar akan Hukum dan Aturan Allah saja melainkan jadilah pelaku Firman Allah.
Ragam do hasurungan ni angka jolma na mangolu di lomo roha ni Debta i ma “ingkon martua do ibana di ngoluna i.
BAHAN SERMON MINGGU SEXAGESIMA, 23 Februari 2014
Ev. :Psalm. 119 :33 – 40
TOPIK : Mangantusi Jala manghangoluhon Hata ni Debata

Patujolo
Molo tajaha do isi buku psalmen na adong di Bindu 119 tangkas do tarida diondolhon parpsalmen i taringot tu ngolu na mardalan di dalan lomo ni roha ni Debata. Jala tarida do nang angka ragam ni na masa na di pangkilalahon parpsalmen di hatiha i ima tung mansai torop halak na manadingkon patik ni Debata, adong parjahat na mangaropi, godang naung madua roha manang meoleol sandok tahe parange nasida i nga lam mambahen ngolu nasida gabe lam lumlam manang tidak teratur. Alai nang pe masa angka na jorbut i ndang gabe mangihut parpaslmen on, ala tu Debata do ibana mangido huhut pasahathon dirina asa tongtong boi ibana mangolu hombar tu na pinatikhon ni Debata di ngoluna. Jala tarida do kedekatan ni Parpsalmen i dohot Debata pola do didok di ayat 10 : “Sai hulului do Ho sian nasa rohangku unang tung loas ahu lilu sian angka tonaMi. Lapatanna : Boi do berengonta tangkas kedekatan pribadi ni Parpsalmen i dohot Debata, dibahen ibana do Debata gabe haposan di ngoluna,memiliki sikap prinsipil yang kuat /Nunga Hupillit dalan Hasintongan (Ay. 30 )
Hatorangan Turpuk
Ay. 33-37 : Adong do 5 hali hata na mandok hata “sai” na martudutudu ma i laho mangelek manang meminta dengan kerendahan hati tu adopan ni Debata huhut muse manang na piga pandohan na dipangke di turpuk on na marpardomuan tu hata ni Debata i ma :AturanMi (Ay.33), TonaMi (Ay.34),PanindangionMu (Ay. 35), dalanMi (Ay. 37). Tangkas ma tarida denggan do parsaoran ni Parpslmen on dohot Debata jala dijagahon ibana do dirina asa tongtong mangaradoti Patik dohot Uhum ni Debata di ngoluna siganup ari asa marhite panindangion ni Parpslmen i lam marningot ma bangso i tu pambahenan ni Debata naung paluahon nasida sian parhatobanon Misir, di lehon do PatikNa tu bangso i asa mangolu nasida dibagasan haporseaon na sintong, jala patik i ndang rajuman i berbentuk uhuman sian Debata alai na margunamai laho pauliulihon nasida gabe dalan di nasida laho mangantusi lomo ni Debata sian pardalanan ngolu ni nasida.
Ay. 38- 40: “ Dipangido parpslmen i do gabe parhitean ibana laho manghajongjongkon bagabaga ni Debata ai na pos do rohana saluhut na masa di ngolunai dao dumenggan dope Uhum ni Debata, ala ni i ma tutu tarido sihol ni roha di ibana  laho mansuarahon hatigoran i ala nunga lam sursar ngoluni bangso i hatiha i. Adong do tolu sintuhu na adong di turpuk on i ma :
Manghalomohon lomo ni roha ni Debata ndada lomonta taridama i molo martangiang hita mangido unang tarippu  aha na tapangido i pintor terkabul, ai ndang hita naummboto aha na dumenggan di ngolunta on alai Debata do.  Hombar tu pangidoantai ingkon dohononta ma sai saut ma lomo ni rohaM, asa tarida saurdot pangidoanta dohot lomo ni roha ni Debata.
Mardalan di dalan ni Debata lapatanna ada sikap setia  dan tidak mendua hati, fokus kepada satu jalan saja yakni jalan Tuhan. Di ay. 14, 36 tarida do tutu sikap parsingantungon ni parpsalmen i tu Debata, alani i do dipangido asa tongtong jaga hita di rohanta. Ala “roha” i ma bagian ni parbagason ni jolma, na mangonjar pambahenan manang pangalahonta, alni i do molo jaga do hita disi, saluhut angka sangkap na roa pe mago do i. Alai molo Debata na manggohi rohanta i tau ma hita laho mardalan di lomo ni roha ni Debata
Mangolu di bagasan hatigoran ni Debata, ndada hatigoran ni jolma.
III. Sipahusorhusoron
Pangke ma saluhut na adong di ho laho pasauthon lomo ni roha ni Debata
Janganlah hanya sebagai pendengar akan Hukum dan Aturan Allah saja melainkan jadilah pelaku Firman Allah.
Ragam do hasurungan ni angka jolma na mangolu di lomo roha ni Debta i ma “ingkon martua do ibana di ngoluna i.


Psalmen 119:33-40
Topik: MANGANTUSI JALA MANGHANGOLUHON HATA NI DEBATA
Patujolo:
Molo martangiang hita, aha do na jotjot tapangido: HAHIPASON, REZEKI, GANJANG NI UMUR, HABISUHON, HAMORAON, HASANGAPON,

Jarang do jolma mangido asa manghangoluhon Hata ni Debata,,
Mangihuthon par Psalmen, mansai TABO/Indah(=MARTUA) do ngoluon on, molo sai TONGTONG di PANGKILALAHON Campur tangan ni Debata dibagasan ngoluna. Ngolu na mansai tabo, ndang na mandok ndang adong MASALAH. Ai sasintongna ndang hea dibagabagahon Debata tu angka na porsea i ndang adong parungkilon di Portibion. Alai dibagasan parungkilon i do dihilala angka naporseai PANOGUNOGUON ni Debata marhite HATANA.  Ala ni ma dihatingdanghon par Psalmen i do hagogoon dohot huaso ni hata ni Debata mangurupi, patorashon haporseaon dohot mangalehon gogo di ibana nang pe diadopi ibana parungkilon. Ai dibagasan HATA ni TUHAN i do adong:
Aturan ni Debata sihangoluhononhon ro di ujungna(33)
Patik ni Debata asa diradoti sian nasa roha(34)
Tona ni Debata sihalomohononhon (35)
Panindangion/peringatanMu ni Debata asa siparohanonhon (36)
Dalan ni Debata asa mardalan tu lomo ni rohaNa (37)
Bagabaga ni Debata(38)
Uhum ni Debata(39)
Parenta ni Debata(40)
Alani ni ma sai mauas roha ni Par Psalme i tu Hata ni Debata, Hombar tusi ma dipasahat turpuk on:
Boha do Ngolu ni halak na mauas di hata ni Debata:
Sai tongtong diparagehon lomo ni roha ni Tuhan i
Ayat 33-35: Mangaradoti hata ni Debata lapatanna; mangulahon manang mamarangehon lomo ni roha ni Tuhan i
Aha do lomo ni roha ni Tuhan ni, i mangkangoluhon HOLONG (EPISTEL): Holong do Pamusatan ni  Hata ni Debata. Ala ni boha ma hita papatarhon haporseaonta marhite holong: Marisuang do hapistaran dohot pambahenan molo so adong holong(1-3). Pangkpokopon do Holong i, adong tolu holong: Parjolo, Adong holong ALA (eros): Holong Martunggu/menuntut, ala uli, ala mamora, molo mago i gabe mago ma holong i. Paduahon: Adong holong ASA (filia): Holong martunggu, huhaholongi ibana asa. Patoluhon: Holong Nang Pe (Agape): Holong Mangalehon/memberi,: NANG pe dang dongaku, ndang pejungkat, nang pe ndang sahaporseaon, alai tong holong roha di ibana. ima holong ni Debata, ndang mangiburu, ndang tenga, ndang ahut, ndng olo pangarimason, ndang dijujur nasala, ndang lomo rohana mida hageduhon (ima hataridaan Kristen naung matoras. Manongtong do holong i: HOLONG DO DALAN TU BANUA GINJANG, boasa holan holong naumbalga, anggo hata HAPORSEAON, PANGKIRIMON holan tu Debata dipangke, alai anggo holong tu DEBATA dohot tu JOLMA.  Tujuanni Huria, pelayanan, parjamaitaon ima ASA TUBU DO Holong, Jala HOLONG tu   dongan jola i do hataridaan ni haporseaon, dohot pangkirimon tu Debata.
Dipaholang dirina sian hajahaton:
Holan tu Debata tinuju ni roha nanag saluhut  hadirionna (36), ndang holan mangalului paruntungan (Parhilangon:Laba),  Ndang Hepeng be manggohi roha, alai Hata ni Debata....
Holan hata ni Debata do na boi paholang hita sian hajahaton (ay 37), jala martua ma halak naso mangulahon hajaton (Pslamen 1:1) tu dia do roha ni jolma NUAENG?
Hata ni Debata do na gabe sulusulu jala tungkot (119:105)
Holan hata ni Debata do PAUBAHON NGOLUNTA.  Jala dihatindanghon angka halak na sukses do hinauli, mamfaat, guna, hasil na dapot ibana molo diradoti hata ni Debata.
Presiden Amerika Abraham Lincoln mandok “Bibel i do silehonlehon ni Debata na dumenggan na dilehon tu jolma. Ronal Reagen mandok “ Holan dibagasan BIBEL i do dapot hita ALUS/JALAN keluar molo taadopi Parungkilon. Theodore Roosevelt mandok “ Ai molo so ditanda jolma BIBEL marungkil ma ibana, karena dia kehilangan sesuatu yg sulit dia perbaiki. George Washington “ Ndang mungkin boi jolma MEMIMPIN secara adil molo so mardonganton Debata dohot HATANA.  Jala godang do halak na sukses, na malo jala mambahen penemuan baru (terinpirasi) ala ringgas ibana majaha hata ni Debata
ANTONG PIGA HALI MA HITA MANJAHA BIBEL, boa lomo dope rohanta manangihon hata ni Debata?
Sian tumangihon do tubu haporseaon (ROM 10:17)
Songon UBAT DO HATA NI TUHAN I, INGKON DIPANGAN ASA MARGUNA, HATA INGKON DIULAHON (YAK 2:17)
2 TIM 3:16-17 “HATA NI DEBATA: HASEA MAMODAI, MAMINSANG, PAULIULIHON, MANOGUNOGU DIBAGASAN HATIGORAN
Tongtong MARPANGKIRIMON DOHOT MARHABENGETON
Saihot do Pangkirimon dohot habengeton, dipatubuhon pangkirimon i do habengeton di angka na manaon parungkilon i. Pangkirimon angak napaorsea di ngolu sogot i mngalehon habenegeton laho manghamonangkon angka sitaonon dohot parungkilon na naniadopanna di ngolu on.
Habengeton ni hataridaan na mauas di hata ni Debata, jala molo mangolu di hata ni Debata, mangolu ma pangkirimon.
Jamita Minggu, XI. D.Trinitatis 19 Agustus 2012
Poda  9:1-6 Ep: 5:15-20
Di ganup 17 agstus, sai di jaha do UUD, 45, jala molo di tingkat SD-SMU, ganup upacara bendera dijaha do UUD, 45. Sada sian tujuan ni negaranta na martaringot di Pembukaan ni UUD-45 i, i ma na mandok, “Mencerdaskan kehidupan bangsa.” Cerdas mandok, sempurna perkembangan akal budinya untuk dapat berpikir dan mengerti. Jadi, na martugas do bangso dohot negaranta mangusahohon perkembangan ni akal budi ni masyarakat marhithite pendidikan, pengajaran dan pelatihan. Mansai arga situtu do hapistaran i di jolma (digombarhon songon pajongjong bagas, mansaai ringkot do bagas, sada keebutuhan na mansai primer doi)-hikmat,khokhma,sophia:kebajikan intelektual, kecakapan,pengertian (Ul Ap 6:3; Ep 1:8-9;Kol 1:9; Yak 1:5:3:13-17;Kol 4:5), jala parbuena be mansai uli jala denggan, marguna do i gabe “siparorot” tu jolma i. Molo didok di turpuk on “sipitupitu” pandohan i namarlapatan ia hapistaran i songon tanda ni ngolu na singhop, lapatanna hapistaran i boi gabe bohal napasingkophon ngolunta, ala marhite hapistaran ni gabe boi jumpang ngolu na marlasniroha, namaroloolop, sonang pangkilaan atik pe godang angka hamaolon.
Halak na bisuk i ma halak na rade mangoloi panjouon ni Tuhan i, diturpuk on didok halak na pistar i ma halak naparsidohot di pesta nabalga na pinarade ni Tuhan i. Mansai uli do harajaon ni Tuhan i, baritanauli i do ojahan di lasniroha i. Molo ditaringoti diturpuk taringot tu sipanganon (roti) dohot siinumon (anggur) sasintongna martudutudu tu Tuhan Jesus do i, Ibana do na mangalehon diriNa, gabe dalan pardamean (renconsialiator). Ido umbahen molo marulaon nabadia tahaporseaon doi songon pesta rekonsiliasi dohot  lasniroha ala ni panobusion dohot panghophopon ni Tuhan ni, jala gombaran do i di angka naporsea na jinou ni Debata rap mangan dohot Debata di habangsa hamuliaon i sogot. Dipangantusion na asing didok do ia Anggur, i ma  symbol semangat, hagogoon,dohot lasniroha.
Diontang Debata do saluhut jolma laho tu ulaon lasniroha i, laho manjalo pasupasu dohot asinirohaNa, jala disuru do angka “naposoNa” laho mangontang saluhut jolma (Luk 14:23). Dison idaonta ma tugas dohot tanggungjawab ni angka naposo ni Debata laho pabotohon asiniroha dohot pangaramotion ni Debata tu saluhut natinompa.
Dijouhon do tu hita asa mamparsaulihon bohal partondion  i ma hata ni Debata. Ala ni ringkot ma manadingkon angka bangko/sikap: neang ni roha: angka haotoon, manandingkon dalan na mamboan tu hamatean, alai boha do asa hehe dibagasan ngolu ni Kristus (Ef 5:14), marhite mangolu di bagasan hapantason: Hidup dalam norma-norma Kristiani.
Adong do tantangan di angka na mangulahon hatigoran, pangajarion: alai prinsipna boha do pangajarion i asa mamboan jolma tu hamubaon. Molo didok “pangarehe” diturpuk on i ma gambaran ni halak mangulahon dosa (1:22; 3:34), alai ndang na mandok ndang ringkot pe poda tu angka na mangulahon dosa, alai na pasti sai godang do tantangan di angka na mangulahon hatigoran. Ringkot ma marbisuk laho paingothon angka jolma na jungkat (Mat 7:6), ringkot do pangkeon partingkian (moment) laho paingothon halak lumobi angka na marroha asa lam tang jala polin ibana.  Dison ma tarida ia tujuan ni hata ni Debata i ma laho paingothon (koreksi), laho mamodai (mendidik) angka jolma asa mangolu dibagasan hasintongan jala manghangoluhon hasintongan i.
III. Sipahusorhusoron:
Ojahan ni hapistaran,  i ma biar mida Jahowa, jala sian Ibana do i (Poda 1:7). Parbuena I ma manghangoluhon hata ni Debata, ala ni adong ma tanggungjawabta laho mangajarhon hata ni Debata. Boha do asa Huria (gareja) gabe dalan laho mangalehon hapistaran sian Tuhan ni, huria gabe inganan laho mangontang saluhut angka naporsea laho mamuji dohot pasangaphon Debata. Disosohon ma marhite turpukon hinaringkot ni mangeahi hapistaran ni. Didok do “Tadingkon hamu ma angka na neang roha, asa mangolu hamu, jala ihutihut hamu ma dalan hapantason (Poda 9:6)
Topik ni Mingguta  I ma: Dalan Hapantason Mamboan tu Hangoluan. Hapantason i ma halak namarroha:berakal budi, arif, berbudi luhur. Gabe dohononta ma halak napantasmarohha do na boi “sukses” na umboto na denggan dohot na roa,  na umboto mangulahon na denggan, jala pasidinghon ngoluna sian ragam ni angka dosa na maboan tu hamatean. Halak na “pistar” i ma halak na pantas marroha, adong di ibana kecerdasan spiritual, emosional, intelektual. Alai tajamothon ma dirinta unang ala ni mangeahi hapistaran na di portibion (S1-S3, IPTEK) gabe lupa hita mangeahi habisuhon na sian Debata, gabe so mian be hata ni Debata di ngolunta. Taingot ma “Di bagasan Hata i do hangoluan; laos hangoluan i do Panondang ni hajolmaon (Yoh 1:4) Marhite na tolu kecerdasan i tarbahen sasahalak do mamangke utohutokna, pingkiranna, rohana, panghilaanna ro di sandok hatauonna laho berinteraksi secara fungsional maradophon donganna jolma, maradophon na tinompa na asing, maradophon alam sekitar dohot maradophon Debata. Kecerdasan intelektual gumodang ma i dapot sian pendidikan umum, kecerdasan emosional sian pendidikan moral, jala kecerdasan spritual sian pendidikan agama. Taringot tu na parjolo, ninna roha, ndang siajaran be halak hita. Sian na jolo dope, barani do halak hita pasuda tano maraek dohot tano mahiang laho pasikolahon anakhonna. Ndang apala songon i anggo taringot tu pendidikan moral, lumobi ma taringot tu pendidikan agama. Jamita ari on manjouhon tu hita, taeahi ma perkembangan na seimbang di na tolu kecerdasan i, dung i mangolu ma hita, jumpangan di hagogok ni ngolu pardagingon dohot partondion, ngolu nuaeng dohot ngolu sogot na salelenglelengna.

Sermon Jamita Minggu 2 Pebruari 2014, Mika 6:1-8
MANGULAHON UHUM, HABASAON DOHOT HASEREPON

I.Patujolo
Mangihuthon pandebisuk mangula do si Mika di abad pa 8 SM, di tingki i tongon do bangso juda mangadopi krisis kepemimpinan; (para pemimpin lebih memperhatikan kekuatan militer dari pada memperhatikan orang miskin)krisis politik, Raja Yotam mambahen kebijakan politik mangalo Asyur, molo raja Ahas mambahen kebijakan kontrak politik dohot Asyur: Ditingki masa Raja Ahas ma bangso Juda mangadopi krisis “diparhatoban” secara politik, ekonomi dohot parugamoon sian bangso Asyur (masa ma parsombaon tu debata sileban). Secara Sosial ekonomi; masa ma ketidak adilan, kesenjangan par-kota dohot halak na si huta(desa), angka na mora manggosa angka na pogos (2:2; 3:2, 9-11).Dung bangkit Raja Hiskia gabe Raja Juda, gabe marganti ma kebijakan di bangso i, ndang olo be Raja Hiskia manguduti kontrak politik tu Asyur, dipaaimbaru ibana ma kebijakan politik dalam dohot lur negeri (reformasi Hiskia), ndang olo be raja Hiskia pasahathon “upeti/gugu”  tu raja Asyur, ujung na ro ma Raja Asyur manurbu nasida.  Saleleng masa krisis i ma si Mikha manurirangi tu bangso Juda taringot tu: 1. Uhum ni Debata tu Israel & Juda (Bindu 1-3). 2,Bagabaga ni Debata (Bindu 4-5), 3. Sipaingot, bura, uhum/ancaman (bindu 6:1-7:7), 4.Bagabga ni Debata 7:8-8:20)
II.Hatorangan ni turpuk
Debata mangaluhon/menuntut, memperkarakan umatNya (ayat 1-5)
Marhite naposoNa si Mika dialuhon do bangsoNa ala nungga mangose padan nasida tu Debata. Didok tangihon ma angka dolok, hamu angka ojahan ni tano on....boasa tu angka na tinompa na asing Debata mangaluhon bangsoNa i, boasa ndang dialuhon tu jolma? Angka dolok, angka ojahan ni tano on nama na gabe “saksi”  alana nungga sude bangso/jolmai gabe marsala/mardosa (gab terdakwa), jadi na boi gabe saksi i ma angka naso dohot marsala. Di ayat 3 dituntut Debata do tu bangsoNa i, aha do nasala na binahen  Jahowa tu nasida? Sungkun2 ni Tuhan i ndang boi dialusi bangsoNai, ai tangkas do diparmudumudu, dipalua Debata nasida sian parhatobanon Misir, hape ujungna lupa do nasida di Debata, ndang hea Debata mambahen humasusa bangsoNa, alai bangsoNai lupa di pangurupionNa. Diuji Debata do paingothon nasida asa diingot boha do Debata paluaahon nasida sian ancaman ni Raja Moab (Balak dht Bileam), di gaji si Balak do si Beleam manusai Israel alai ala ni huaso ni Debata ndang saut tahi na jahat i mangago bangsoNa (4 Musaa 22:1-24:24:25; Jos 4:20)
Napinangido ni Debata sian bangoNa (Ay 5-8)
Marhite turpuk on dipaandar Debata do aha do na ringkot sihangoluhononhon ni joma siganup tingki (kontiniu), jala na hot do ri disalelenglelengna:
Parjolo: Mangulahon hasintongan/Berlaku adil. Yaitu, untuk hidup benar dalam hubungan dengan sesama manusia baik dalam kehidupan sosial, politik maupun bisnis. Paduhaon: Hasetiaon/Mencintai kesetiaan. Yaitu, menunjukkan sifat kasih setia yang kokoh seperti yang terlihat pada sifat TUHAN dan yang berasal dari Dia.Patoluhon: Patutoru diri diadopan ni Tuhan i, satia, marhaunduhon mangoloi Tuhan i dibagasan haporseaon na polin.  Hataridaan ngolu sisongon ni do na dihalomohon Debata, i do pelean na sintong diadopan ni Debata, ndang holan parsomboan na seremonial sambing.
III. Sipahusohusoron:
Domu tu turpuk on adong tolu dipangido sian hita:
Mangulahon uhum hasintongan:
Uhum hasintongan sibahenon tu Debata i ma hasatiaon mangkaposi Ibana. Haunduhon tu Debata ndanda holan hauduhon seremonial manang ritual songon na dipatuba bangso Juda hatihai, ringgas do nasida mangulahon ruhut2 parugamoon hombar tu patik  naung niaturhon, alai dialaosi nasida do tong patik parjolo dohot paduahon, ala disomba nasida do debata sileban. Mangulahon uhum lapatanna satia tu Debata marhite pasidinghon hageduhon dohot na maralo tu lomoNa, mangaradoti parsaoran tu Debata dohot tu dongan jolma (i do rimpunan ni patik)
Mura do hita mandok sada halak parhuria jala sihabiari Debata, ala godang sumbanganna tu huria, ala ringgas marpungu di gereja, ringgas partangiangan, dll, hape dibalik ni sude nai tong do ringgas mangulahon naso denggan, isarana:ringgas do tong manangko(korupsi), ringgas do tong mardatu(manghaposi haggoon na asing), ringgas do tong marboruboru (selingkuh), ringgas marjuji, dll. Songon i do gombaran ni bangso Israel na pininsang ni si Mika di turpuk on.  Haunduhotu Debata ndanda holan asa dibereng jolma, asa dibereng Debata naso tarida i do. Hasatiaon tu Debata ingkon tapataridahon do  di na patar dohot di na holip.Haunduhon tu Debata ingkon tarida di parange siganub ari (haunduhon moralitas), ndang holan di parpunguan (kebaktian) hita badia, hape di naholip ndang badia.
Mangulahon Holong
Manghaholongi dongan jolma i do alusta tu hasatiaon ni Debata na manghaholongi jolma. Marhite na mangulahon holong habasaon i tu dongan, nihamauliatehon asi niroha dohot denggan basa ni Debata. Boi do masa di parngoluon halak Kristen songon halak Israel. Burju pasahathon peleanna, hape ndang olo mangurupi angka na pogos. Burju mangalehon tu huria, hape ndang holong rohana tu donggan, ai sian pangomoan naso patut do ibana mangolu, manangko, manipu, mandobo, korupsi, sian monang marjuji dll. Holong ni roha tu dongan, tapatuduhon marhite sikap dohot pambahenna na sapangkilalaan hita dohot donganta. Holong I do rimpunan ni Patik ni Debata, I ma manghaholongi Debata sian nasa roha, gogo, ateate, dohot manghaholongi dongan jolma doshon diri niba. Ido umbahen didok Tuhan Jesus “Radoti hamu ma angka patikku; i ma dalanna, asa mian hamu di bagasan holong ni rohangku: Songon Ahu pe na mangaradoti angka patik ni Damang, gabe mian di bagasan holong ni rohana. (Yoh 15:10). Mangurupi dongan na patut siurupan I do tanda ni holong (Gal 6:2), marlambasniroha ma hita tu dongan jolma, unang mangiburu, unang tenga, unang mangahut tu diri, unang tapasombu hageduhon, alai tongtong mian dibagasan hasintongan. Jesus do ojahan di hita laho maniru ngolu na marsihaholongan. “Holong masihaholongan ido kebutuhan na mansai arga di ngolunta”. Sasintongna ndang adong jolma naso mangharingkothon dihaholongi jolma ibana. Adong do ra tingkosna na nidok pandohan “kebahagiaan yang terutama dalam kehidupan ini adanya kepastian bahwa kita dikasihi”. Saurdot doi tu pandohan ni Jesus asa naeng saluhut hita masihaholongan (Yoh 15:12). Holong ni ndanda holan di roha sambing, alai naeng tarida di pandohan, lumobi di pongulaon. Kasih bukan hanya sebatas terori alai aksi do. Dibagasan holong i do jumpang hita las niroha, dame jala dao sian biar, ala ni molo tahaholongi donganta ringkot do hita marhaunduhon tu Tuhan i, Molo Lam Jonok Hita Tu Tuhan I Lam Mura Do Hita Mangkaholongi Donganta. Patar do holong ni Debata dibagasan Kristus naung humonghop hita (Rom 5:8).Molo dihaholongi Debata hita berarti hita pe ingkon haholonganta do donganta, boha ma carana hita manghaholongi donganta? Napasti ndang holan hata anggo holong, anggo prinsipna “pengorbanan” do holong i. Ndang adong holong dibagaan hosom, teal, elat, late (HOTEL). Holong I do na umbalga jala na ummarga sian saluhutna (1 Kor 13:13). Taingot ma adong do “kewajiban moral” di hita laho manghaholongi donganta.
Manghangoluhon haserepon
Unang tapangsasahon angka pasupasu na na adong di hita, unang tapangasahon pelean na tapasahat gabe mamintori dirinta, songon na binahen ni bangso Israel. Na dihalomohon Debata sian hita i ma mangulahon haserepon. Mananda Asi ni roha ni Debata naung paluhon hita marhite Tuhan Jesus Kristus. Dipaingot do bangso Israel asa mananda diri di pangurupion ni Jahowa, laos songon ni ma ngolu ni halak Kristen,ai holan marhite panandaon di diri i do boi jolma paserephon rohana di jolo ni Debata. Halak na manghangoluhon haserepon, i ma halak na mananda dirina siasian di jolo ni Debta. Halak na manghangoluhon harsepon i do halak naa mananda hagaleonna dohot dosana. Molo ditanda dirina, dao ma ibana sian ginjang ni roha, ai halak naso mananada diri do na jotjot madabu tu ginjang ni roha, ditengahon jala dipangeahon na binahenna. Antong marhaserepon ma hita, ai i do hataridaan ngolu na mananda pangurupion ni Debata, Amen

BAHAN SERMON JAMITA TU MINGGU 02 Maret 2014
Ev: Mateus 17:1-9         Ep: 2 Musa 14:12-18
Estomihi: Sai Ho ma gabe Partanobatoanhu.
 Topik: Hehe ma Hamu, Unang ma Mabiar (BANGKIT JANGAN TAKUT): Mat 17:7
Pengantar:
Sian Tema ni Mingguta dijouhon do hita asa HEHE, Unang MABIAR. Sian dia do hita hehe, jala boa bahenon asa Unang MABIAR? Hep Anggo roha Biar (Rasa Takut) Pasti ingkon adong doi diganub hita jolma, jala denggan do adong roha biar i. Berarti adong ma dua roha biar, POSITIF dohot NEGATIF:
Biar na positif:
Biar mida jahowa do parmulaan ni hapistaraan (ingkon tongtong hita pasangaphon, unduk tu Debata)
Ala adong roha biar i ringgas ma dakdanak marsiajar asa denggan nila, jala unang tinggal kelas
Mabiar pogos gabe ditubuhon ma roha asa ringgas mula ulaon
Mabiar hita ro Banjir, alai ta padenggan ma LINGKUNGANTA
Biar na postif i tontong do ingkon mardongan hapistaran, bijaksana, ai marhite sikap si songon ni gabe ditubuhon pos niroha/rasa percaya diri. ai ditubuhon roha biar i do asa tongtong hita WASPADA, Hati-hati, jamot
Ingkon adong do roha biar asa tongtong ta jamothon ngolunta: MABIAR MANANGKO, KORUPSI
 Unang didok NDANG MABIAR ibana, hape nga ro parmaraan/adong disi mara, SONGON NAMASA di GUNUNG SINABUNG (adong na korban), dohot MBAH MARIJAN (Juru Kunci Gung Berapi Sleman di YOKYA 2010), dung dapot bngke mate manungkap do ibana
Biar na negatif: I ma ganggu ni roha alai ndang binoto aha alasanna, holsoan, kawatir, huhut marungutungut,dll. Mangihuthon pande bisuk 90 % angka na takawatirhon di ngolu on, tidak pernah akan terjadi.
Mulak ma hita muse tu Topik ni Minggu: HEHE ma HAMU, Unang MABIAR, boasa?
Ndang Mura gabe siihuthon Kristus, ala ingkon mansoadahon dirina, ala ingkon manuhuk silang. Alai diturpuk on dipatogu roha ni sisean i laho manghaporseai Jesus dung diida nasida hamuliaonna
Tudos tu na masa di sisean na ditogihon Jesus tu dolok na timbo, tu na suhi jala na lungun; songon i ma nang hita ditogutogu Tuhan i dibagasan pardalan ni ngolunta. Tabolus do dalan na rahis jala na maol, ima parngoluonta na mangadopi isara ni: hasusahaan, sitaonon ala ni haporseaonta di Ibana. Disitaonon i songon na punjung jala soding sian portibion, alai disi ma hita dipangkulingi Tuhanta asa tapajonok tu Ibana, disi ma dipapatar diriNa tu hita. Molo masa angka na hansit diparngoluonta, ingkon rajumanta do i songon tingki pajonokhon dirinta tu Ibana asa disi papataronNa huasoNa tu hita.
HEHE berarti: MENGIKUT YESUS DITUNTUT SUATU PERUBAHAN HIDUP (Pada saatNYa nanti Kehidupan Orang percaya juga akan berubah menjadi Tubuh kemuliaan) Hidup ber METAMORFOSE (perbuhan dari dalam)
Sada peristiwa na “luar biasa” do turpuk on, dibereng siseanna hamuliaon ni Tuhan Jesus di tingki diarahon Jesus si Petrus, Yakobus dohot si Johannes tu sada dolok na mansai timbo (= Dolok Hermon na jonok sian Kaisarea Filipi timbona 2750m). Lungun do inganan i, alai dibagasan halungunan ni adong sada halongangan dibereng siseanna, ala diida nasida sada na masa na so dung dibereng nasida, muba ma rupana ni Tuhan Jesus diida nasida, gabe marsinondang ma bohina songon mata ni ari i, mamontar ma ulosna songon na tiur. Ima patuduhon sintong do Jesus anak ni Debata, rupa ni Debata dibagasan Ibana (Fil 2:6 Dibereng sisean i manghatai  si Musa, Elia dohot Tuhan Jesus (Di halak Jahudi dirajumi do si Musa na manjalo patik naumbalga jala si Elia nabi terbesar diantara nabi, na ditait Debata tu surgo sopola mamolus hamatean). Aha do na dihatai si Musa, Si Elia raphon Tuhan Jesus? I ma  taringot tu hasasaut ni bagabaga ni Debata dibagasan Ibana na di patupa di Jerusalem ( Luk 9:31).Ibana do Anak haholongan ni Debata laho manghophop portibion (Joh 3:16), Ro do Jesus tu portibion laho paluahon, jala ingkon manaon na porsuk Ibana (Mat 16:21). Tarsonggot jala mardongan las ni roha  do si Petrus dina marnida dohot umbege pangkataion ni si Musa, Elia dohot Jesus.  Ala ni las ni roha ni si Petrus didok  ma tu tu Jesus: Tuhan, sonangna i dison! Molo na une di roham, hupauli ma dison tolu inganan, sada di Ho, sada di si Musa, sada di si Elia. Sian ruhut pardangingon do pingkiran ni si Petrus laho paulihon inganan i, ai dirimpu do bagas parlapelapen ni portibi on inganan hasangapon ni Jesus. Ndang diantuasi Petrus dope taringot tu ulaon ni Jesus. Ai na tuat do Jesus sian hasangaponnai laho manaon na berbit di golgata. Alai mintor soara sian banua ginjang do mangalasi si Petrus. Ndang Jesus mangalusi Ibana, didok Debata sian banua ginjang “On do Anak haholonganku, lomo do rohangku mida Ibana; tangihon hamu ma Ibana. I do patuduhon hasintongan ni pamaritaon ni Jesus jala dibagasan Ibana do. Sintong do Jesus na sinuru ni Debata, ala ni naeng porsea hita tu Ibana, naeng taihuthon hataNa. Molo tatangihon hata ni Jesus i do dalan papatarhon hasangapon ni Jesus di portibi on, ndanda paulihon “bagas’  na so manongtong i.
Tujuan Hidup Orang Kristen Bukanlah hanya mengejar dan mencari kebahagiaan semata. HIDUP INI BUKAN HANYA MELIHAT KESENANGAN SEMATA, namun kita juga harus melihat bahwa dalam hidup ini ada PENDERITAAN. Memang tondi ni zaman on mamboan sikapta tusi, Orang hanya mau hidup senang, bahagia, sukacita, dan hal itu dilakukan dengan berbagai cara: Mencari UANG, KEDUDUKAN, POLULARITAS, status sosial (hal itu sebenarnya berpusat pada egosentris). Alkitab mengajarkan tentang TEOLOGI SALIB, manuhuk silang. Tujuan hidup orang kristen adalah MEMULIAKAN TUHAN, jala tujuan laho manuhuk silang i ma TUMPAL HANGOLUAN, Ima HAMULIAON. Lapataan molo rade halak manuhuk Silang i disi do dihilala ibana, disi do jumpang ibana HASONANGAN ni TONDINA. Kunci ni KEBAHAGIAAN i, ima MANANGIHON HATANA/Ketaatan (Mat 17:5 “tangihon hamuma hataNa).
HEHE Ma, unang MABIAR ALA HIDUP INI ADALAH ANUGERAH TUHAN. Mungkin ndang sude jolma adong PENGALAMAN ROHANI/Spiritual, alai molo tung adong pei saluhutnai ala BASA ni TUHAN ni doi. Manang songon dia PENGALAMAN na tadopi dibagasan ngolunta, arsak dohot lasniroha. Molo dapotan las niroha pe hita, ndang pola sipaboaboahon i gabe patubu ginjang niroha. Molo mangadopi SITAONON pe hita, marungkil hita.... naeng ma tongtong tapangkilalahon didapothon Tuhan ni do hita, jala didok “HEHE MA hamu, Unang Mabir....(ay 7).
Distuasi ni ngolunta nuaeng godang do mambiar hita? Alai tahaporseai ma huaso ni Debata, holan pos ni roha tu Debata do mambahen hita asa unang gangu. Dipaingot turpok on hita asa tongtong satia, manahan hita  diparungkilon ala ni barita nauli. Ai sasintongna martingki do haporsuhoni jala neang doi porsonan molo tongtong dibagasan haporseaon dohot pangkirimon tu Tuhan i, asai ndang sadia sitaonon di portibion martimbanghon hasangapon dohot hamuliaon na salelenglenengna na sian Tuhan ni( 2 Kor 4:17).
 Marhite turpuk on dipatogu do  hapaorseaonta asa manahan hita, asa benget, unang mandele, alai tongtong marhaunduhon mangoloi dohot mangulahon lomo ni roha ni Tuhan i. Didok hata ni Tuhan i “. Sai burju ma ho rasirasa mate; dung i lehononku ma tu ho tumpal hangoluan i” (Pang 2:10b) Holan Debata Partanobatoan (ESTOMIHI) di ngolunta:Alani, Parjolo, Raphon Tuhan ni ma hita mardalan mamolus angka parungkilon di portibion, Paduahon: Porsea ma hita Tu Debata, marhite na rade hita mangulahon lomo ni rohaNa dohot mamaritahon GoarNa i.