Rabu, 20 April 2022

Yesaya 6:9-13

Yesaya 6:9-13

Gabe siihuthon Jesus

1.      Hidup kita bukan semata untuk menyenangkan orang tapi menyenangkan Tuhan

2.      Hidup ini penuh tantangan namun ada harapan

Pengalaman Yesaya melihat Tuhan. Tuhan membuka komuniNya kepada Yesaya (ay 1-2),martua ma na ias roha ai idaon nasida do Debata, dibereng ibana ma markoor angka surusuruan ni Debata (ay 3). Manongtong do anagka surusrusan marende, ala ni ma hurian tongtong gabe huria na marende. Nang pe mate Raja Usia (50 tahun manguluhon bangsoNa) alai mangolu do Debata.

1.       Yesaya di utus kepada bangsa yang pendosa yang tidak mau bertobat.  (pangalaho songon Sodom dohot Gomora: Yes 1:10, sian bohina pe nga tarida nasida sijogalroha (Yes 3:10). Halak sijogalroha maol doi marhamubaon: (jugul(ndnag taroraan), jogal(ndang siat hata), jengjeng(lomo rohana manggaori), jungking(bais hata: sian dia mang borum ahu, so he ahulap namborum), jumarojor(sisurang), jengjeng(sai mangjungkiti hatana, mamlolus halak, ei silamng hoda), jorgang (holan hata naroa) , maol do doi mangantusi nang pe ditangihon (ay 9), halak na patangkangrohana gabe lam tangkang (ay 10)

-          Yesaya diutus Tuhan bukan menyampaikan kabar sukacita, tapi menyampaikan hukuman Tuhan yang akan menimpa umatNya. Hamba Tuhan itu bukan “Koki” yang membuat makanan rohani yang enak didengarkan, tapi tugas pelayana adalah menghantarkan “ Firman Tuhan yang telah Tuhan sajikan”  

-          Mananda Tuhan i  (nabadia) gabe mananda diri(jolma pardosa), pangalaho ni bangso I: ditangihon do alai ndang diantusi, diida do alai ndang olo mananda(bangkol marhamubaon:keras kepala)

-          Ulaon naposo ni Debata ndang holan mambahen sonang roha ni ruasna, alai asa sonang roha ni Debata. Jamita na denggan ndang ala tabo begeon ni ruas, alai boha do mangulahon jamitai.

2.       Cara Allah “menghukum” umatnya yang tidak mau bertobat (ay 11), Allah melakukan seleksi, siapakah yang pantas untuk hidup dan siapa yang harus mati.  Didok si Yesaya ma sadia leleng on Tuhan….(cara Tuhan berbeda dengan cara manusia, Hukuman dan kasihkarunia)

-          Sadia lelengnari Tuhan (renungan yang sangat dalam daari Yesaya…….….

3.       Barita nauli sian turpuk on ima Ay 13) : Ndang dipasombu Debata bangsoNai mago, diingot do padanNa: Adong do na hona UHUM alai adong dope namangolu laho patulushon sangkap ni Debata laho paulihon Yerusalem dohot bagasjoroNa.

-          Tuhan melakukan evaluasi dan seleksi yang ketat. Godang do na tarjou alai otik do na tarpillit

-          Gombaran boni na denggan do naso denggan (eme dohot simarememe)

-          Sesulit apapun kehancuran, apapun kesulitan Tuhan masih bisa membangun. Jangan hilang harapan. Tuhan kita tidak mau tambal sulam, tapi mendaur ulang.

-          Mandok mauliate ma hita ala diloas Debata dope hita mangolu nang pe godang dosanta.

-          Gabe siihuthon Jesus ingkon proaktif laho mamboan haimbaruon, nang pe godang jolma ndang manhalomohon i.

 

Diberkatilan Orang Yang mengandalkan Tuhan

Yeremia 17:5-10

Topik: Tarpasupasu Do angka Na marhaposan tu Debata/Diberkatilan Orang Yang mengandalkan Tuhan

Boasa tarpasupasu angka na marhaposan tu Debata, aha do lapatan ni pasupasu i….?

Berkat merupakan topik yang menyenangkan, apakah berkat hanya dipahami sebatas materi, kesuksesan, keuntungan. Dalam arti sempit berkat itu adalah apa yanag diterima manusia (harta, kesehatan, kebagaiaan, rezeki) dalam arti luas berkat adalah sesuatu yang disediakan Allah bagi manusia, tidak ada batasannya, antara orang baik dan yang jahat, sebab Allah tetap menyediakan matahari, sumber air, udara, dll. Berkat (Ibr.barak/barakah(arab)[1]: meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik, dalam hal kesehatan, aspek ekonomi, dalam hal kelimpahan materi, aspke social dalam hubungan yang harmonis dengn sesame, dan aspek spiritual, dalam hal hidup yang tennag, damai. Jadi berkat itu adalah suatu tindakah Allah dalam kedaulatan dan kasihNya mewahyukan perkataan dan aksinya yang memberi kelimpahan, kesehatan, keuntungan dan kedamainya pada umatNya.  Satu hal berkat Allah yang terbesar adalah Keselamatan kini dan masa akan datang di dalam Yesus. Keselamat yang ada di dalam Kristus adalah berkat dari Allah (inilah berkat terbesar yang diberikan kepada manusia). Kemudia berkat damai sejahtera yang diperoleh dalam pimpinan ROh Kudus. Berkat harta benda(uang, materi), 50 % hidup kita berhubungan dengan uang, dan hati kita, mental kita, keberhasilan kita, kegagalan kita, masalah kita berhubungan dengan uang. Uang bisa menjadi tuan danaaa bisa menjadi meperbudak, uang bisa akar dari kejahatan (1 Tim 6:10)Orang yang rakus akan menjadi miskin karena nafsu yang tidak memnikmati berkat Tuhan. Miskin dan kaya adalah berkat Tuhan, meski hidup dalam kemiskinan namun bebas dan tidka tertindas, maka kita adalah orang kaya. Kesehatan adalah berkat Tuhan, namun berarti ornaag yang menderita sakit tidak diberkati Tuhan (bnd Yoh 9:1-3), Terkadang Allah menggunakan sakit penyakit untuk menyatakan kehendakNya, contoh Ayub.

1.       Diberkatilah berarti percaya(ay 7). Tanpa iman kita ibarat kapal tanpa kemudi yang terombang-ambing di lautan kehidupan. Percaya sebagai fakta bahwa Kristus telah pergi untuk menyediakan tempat bagi kita dan mengasihi kita dengan kasih yang kekal. Harapan Kristen bukanlah fantasi yang sia-sia, dan iman kepada Tuhan tidak didasarkan pada fiksi, tetapi pada fakta. Ini adalah melihat dengan mata iman yang tidak tertutup, semua yang dijanjikan Tuhan sebagai kenyataan tertentu, dan menerima kebenaran Firman-Nya sebagai aktualitas. Percaya kepada Tuhan dan berharap kepada-Nya berarti yakin akan keberadaan hal-hal yang tidak dapat kita lihat. Betapa sukacita yang mulia diwujudkan oleh orang yang percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan menaruh harapan kekal mereka kepada-Nya. Berbahagialah orang yang menerima dua karunia anugerah ini, yang tinggal selamanya - karena iman dan harapan membuka pemahaman kita tentang hati Bapa akan kasih murni Allah bagi semua anak-Nya.

-          Hidup oarng yang tidak percaya diibaratkan seperti padang belantara di padang gurun, artinya hidupnya gersang, tidak produktif, tidaka menghasilkan buah. (ay 5-6)

2.       Diberkatilah memiliki pengharapan karena dia Ibarat seperti pohon: Berbahagialah orang yang harapannya penuh pada Tuhan, karena ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air hidup - yang menjulurkan akarnya ke aliran-aliran-Nya yang memberi hidup. Hanya orang yang bersemayam di dalam Tuhan, mempercayakan hidup mereka ke dalam tangan-Nya, memperoleh harapan dan kekuatan mereka dari-Nya dan menempatkan kepercayaan mereka kepada Tuhan saja yang dapat menjadi seperti pohon yang disiram dengan baik - yang menerima harapan dan kekuatan dari Bapa kita di surga.

-          Yeremia memberi tahu kita tentang akibat dari kehidupan yang diberkati ini. Orang yang diberkati adalah orang yang produktif, yang akarnya menjangkau jauh ke dalam kuasa dan kehadiran Yesus

-          Hidup yang benar-benar diberkati adalah hidup yang tidak bergantung pada keadaan hidup untuk membuat mereka bahagia dan puas.

-          Pohon yang ditanam di dekat sungai tidak perlu kawatir akan hujan, karena mendapat air dari sumber terdekat. Demikianlah gambaran orang yang dekat Tuhan.  Dekat dengan sumber air (Tuhan) suoaya kita berbuah

3.       Kita menjadi orang yang diberkati karena Allah menyelamatkan: Ayat 9: Kita semua adalah makhluk yang jatuh dan meskipun kita memuji dan bersyukur kepada Tuhan bahwa kita telah diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman di dalam Kristus.. telah dijadikan ciptaan baru di dalam Dia dan telah diberikan kehidupan kebangkitan-Nya - sifat kedagingan kita yang lama bernafsu melawan yang baru -hidup-dalam-Kristus.. dan sifat baru kita bernafsu melawan diri kita yang lama, kedagingan, dan berdosa. Hanya Tuhan yang dapat sepenuhnya mengetahui dan memahami isi hati kita.

Diberkatilah oarng percaya meskipun kita berdosa tapi kasih Allah lebih besar. Ayat 10: Tuhan mengetahui pikiran pikiran manusia dan motivasi hati manusia. Tuhan dapat membaca pikiran batin kita, dan Dia mengetahui semua orang yang mempercayai Firman-Nya dan hati mereka tertuju kepada-Nya.Tuhan adalah benar dan harus menghukum dosa, tetapi Dia juga setia untuk memenuhi janji-Nya kepada orang-orang yang mengasihi Dia dan untuk menghargai mereka yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya - karena tanpa iman tidak mungkin menyenangkan Dia, karena dia yang datang kepada Tuhan harus percaya bahwa Dia ada dan bahwa Dia adalah pemberi upah bagi mereka yang rajin mencari Dia


[1] Salah satu istilah Ibrani lainnya bagi berkat adalah esher, yang diterjemahkan sebagai kebahagiaan. Ayub 5:17 menyatakan "Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa." Berkat ini berhubungan dengan pengetahuan bahwa Allah sedang membimbing kita ke jalan yang benar. Di dalam Perjanijan Baru, ada dua istilah Yunani yang diterjemahkan sebagai "berkat." Makarios mengandung makna kebahagiaan yang baru kita sebut. Khotbah di Bukit dalam Matius 5 dan Lukas 6 menggambarkan keadaan bahagia mereka yang menemukan tujuan dan kepuasan dalam Allah. Di dalam Mazmur, hidup yang terbaik tersedia bagi mereka yang mengasihi serta takut akan Allah, dan menata hidupnya menurut Firman-Nya. Roma 4:6-8 mengaitkan kebahagiaan ini pada mereka yang dosanya telah diampuni, karena mereka tahu bahwa hubungan mereka dengan Allah telah dipulihkan. Istilah eulogeo lebih mengarah kepada ucapan yang baik atau laporan yang baik tentang seseorang, dan juga digunakan bagi berkat yang kita ucapkan atas makanan kita (Matius 26:26). Efesus 1:3 memberkati Allah atas semua berkat yang telah Ia berikan pada kita dalam Kristus, dan 1 Petrus 3:9 mengajar supaya kita memberkati mereka yang berbuat jahat pada kita, karena kita telah dipanggil untuk menerima berkat dari Allah.

 

 

 

Dijou laho manghaholongi/dipanggil Untuk mengasihi

Yeremia 1:4-10

Topik: Dijou laho manghaholongi/dipanggil Untuk mengasihi

Konteks: Allah menggunakan penderitaan, Bangsa babel sebagai alat Tuhan supaya umatnya berlutut kepadaNya.

1.      Dalam keterbatasan kitalah sebenarnya menjadi kesempatan bagi kemuliaan Tuhan supaya nampak terlihat melalui kita. (gabe parhalado pe hita adong do keterbatasan di hita, Allah memanggil orang dari ketidakmampuannya dan dimampukan (bdn. Daud, Yesaya, Paulus, dll)

-          Allah lebih tahu, lebih mengenal diri kita, daripada kita mengenal siapa kita? Apakah panggilan kita sebagai anugerah Tuhan atau panggilan sebagai beban? Namun melalui panggilan Yeremia kita tahu bahwa Tuhan memiliki rencana untuk hidup kita.

-          Panggilan itu menekankan komitmen hubungan yang imtim dengan Tuhan(Tuhan yang membentuk)

-          Panggilan untuk menekankan kita dikususkan(dipapulik) dalam satu tugas(menyucikan)

-          Panggilan menekankan Allah mengangkat, seorang nabi: melihat masa depan, menyampaikan firman Tuhan

2.      Jaminan dalam janji Allah bukan mengatakan kita bebas dari pergumulan/masalah. (Adong do jolma gabe dung gabe sintua gabe gok parungkilon, dll.

3.      Tugas Yeremia menenkan pesan negative(mangurati dohot maniaphon, mangago dohot mangaloha) dan positif(paulihon dohot manuan.) Jumolo didok uhum dungi mangihut ma asiniroha. Hidup tidak bisa naik kelas tampa melewati proses. Sukses juga berawal dari kegagalan. Kita harus mencabut,merobohkan hal yang menghalangi kemudian membangun dan menanam.

4.      Sipahusorhusoron:

a.       Apapun profesi, pekerjaan, kegiatan, itu adalah merupakan panggilan untuk menyenangkan hati Tuhan. Unang pola godang sidalianta, molo nungga tajalo ulaon denggan ma taula dohot denggan nasa tolap ni gogonta.

b.      Jangan buat kelemahan kita menjadi alasan untuk tidak perbuat yang terbaik.

c.       Adong be do hagaleonta dohot hasurunganta, ala ni unang sai hahurang ni dongan taida. Tarjou do hita saluhutna laho manghaholongi, ndang laho manghosomi,

 

Rom 10:8-13

Rom 10:8-13

Topik: Malua do ganub na manjou goar ni Tuhan i

Iman di dalam hati harus memiliki pengakuan dan keselamatan adalah buah dari pengakuan. Iman dan pengakuan adalah dua sisi mata uang yang sama dan kedua sisi ini menjadi dasar keselamatan seseorang. Iman di dalam hati selalu berbicara dalam pengakuan. Hati kita percaya kepada kebenaran dan mulut kita mengaku kepada kesalamatan adalah dua sisi dari hal yang sama. Paulus menggabungkan pengakuan dan iman untuk meneriman keselamatan (bnd Matius 10:32, Lukas 12:8) Karena dengan hati orang percaya, sehingga menghasilkan kebenaran dan dengan mulut dia mengaku, menghasilkan keselamatan (Iman= menghasilkan, sesuatu yang dikatakan =menghasilkan),

 

Ayat 10-11: Kekuatan keselamatan itu adalah kepastian bagi orang percaya

Ayat 12: Sumber keselamatan itu adalah Tuhan dan Tuhan tidak pernah membedabedakan, keselamatan Tuhan tampa batas (ay 12)

 

Pengorbanan adalah inti dari ibadah, jika kita tidak mau berkorban maka itu bukanlah ibadah yang sesungguhnya. Apakah yang kita persembahkan kepad Tuhan (Waktu, harta, pujian, kata-kata kita) Pengorbanan kita adalah memuji Tuhan dengan sungguh, memberi persembahan yang terbaik, kita memberikan waktu untuk Tuhan, kita juga harus memberitakan Yesus dengan kata-kata dan tindakan kepada orang lain

1.      Sasintongna ndang pola maol be hita mangantusi dia do hasintongan ni hata ni Debata, nungga dihatahon, jala nungga sahat tu bagasan rohanta, ai sian na tumangihon do tubu haporseaon (ay 8). Nungga ro Jesus ‘gabe daging ma hatai”

2.      Kebenaran yang sejati jika kita percaya dengan sepenuh hati bahwa Yesus telah bangkit dan jalan satusatunya keselamatan universal (ay 9)

-          Yesus melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita, namun kita terkadang terjebak di masa lalu, kita dibenarkan bukan karena melakukan yang baik, namun kita dibenarkan oleh Iman

-          Dalam Kristen tidak ada perbedaan: Memahami kebenaran itu sebenarnya bukan rumit tapi banyak membuat jadi sulit dan rumit. Orang percaya yahudi merasa mereka lebih baik dari orang2 kristen romawi, dan demikian sebaliknya karena mereka merekalah yang paling hebat ketika orang Yahudi diusir dari Roma oleh raja Claudius (baik Yahudi menjadi Kristen dan Orang Romawi menjdi Kristen sama2 mengalami penindasana karena ImanNya pada kristus)

-          Bukan kita yang menyelamatkan kita dan bukan kita yang menciptakan keselamatan kita, kita hanya memilihNya, kita tidak berusaha mendapatkan keselamatan, namun hanya menerimanya dengan iman.

-          Membangun sikap hidup saling menerima

3.      Ngolu ni na porsea ngolu na marpanindangion (Mat 10:32, 1 Tim 6:12), jangan malu mengaku dan membuktikan iman kita sebagai pengikut Kristus

4.      Lapatan manjou goar ni Tuhan i, ima tindakan haporseaon, haunduhon, manomba Debata, mangido/martangiang (ay 13) Boha do tandana molo tangkas hita mananda donganta….?

-          Naeng bongot Abraham tu tano Kanaan, maradian ma ibana diholang2 ni Ai dohot Betel Dipajongjong ma langgatan pamujion manjou goar ni Tuhan i (1 Musa 12:8), manjou gora ni Tuhan i lapatanna, martangiang,marsomba, mandok mauliate,

-          Menyeru nama Tuhan adlah tanda mengenalNya dan terhubung denganNya, tidak hanya mengetahui Tuhan namun mengenalnya. Menyebut nama Tuhan menunjukkan interaksi dan hubungan pribadi, beragntung padaNya.

-          Memanggil nama Tuhan juga menunjukkan kerendahan hati dan ketergantungan kepada Tuhan sebagai pencipta dan penebus kita.

-          Menyebut nama Tuhan bukan hanya kata-kata namun harus dari hati dan iman yang percaya padaNya.