Kamis, 25 Agustus 2022

Memuji Tuhan supaya kita tidak senantiasa memuji diri

 

Mazmur 92:2 “Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

Saudara-saudara yang terkasih, melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan :

a.       Memuji Tuhan supaya kita tidak senantiasa memuji diri kita. Jika kita lebih banyak berbicara tentang Tuhan dan memuji Dia, kita akan memiliki lebih sedikit waktu untuk berbicara tentang diri kita sendiri. Bagaimana kita harus memuji Tuhan. Kita harus melakukannya dengan menunjukkan kasih setia-Nya dan kesetiaan-Nya. Kita harus menunjukkan, bukan hanya keagungan-Nya, kekudusan dan keadilan-Nya, yang mengagungkan-Nya dan membuat kita kagum, tetapi kasih setia-Nya dan kesetiaan-Nya; karena kebaikannya adalah kemuliaan-Nya ( Kel. 33:18, 19),

b.      Memuji Tuhan adalah panggilan hidup kita. Agustinus berkata “Seorang Kristen harus menjadi orang yang memuji Tuhan  dari kepala sampai kaki”, artinya seluruh hidup, jiwa dan raga kita hendak memuji Tuhan. Kita harus memuji Tuhan, tidak hanya di gereja, tetapi secara pribadi dan dalam keluarga kita, menunjukkan, respon kita atas kasih setia dan kesetiaan-Nya. Kita harus memulai dan mengakhiri setiap hari dengan memuji Tuhan, harus mengucap syukur kepada-Nya setiap pagi, siang dan malam, atas kemurahan yang Tuhan berikan kepada kita. Allah telah menunjukkan kasih setia-Nya di dalam Kristus, dan Kristus telah menunjukkannya dalam cara pelayananNya dan orang percaya hendaknya menunjukkan dalam sikap memuji Tuhan, Amin

Kebahagiaan sejati

 

Rom 12:15 “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Saudara-saudara yang terkasih, melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan :

a.       Kebahagiaan sejati adalah bersukacita dalam kebenaran, karena bersukacita dalam kebenaran adalah bersukacita di dalam Tuhan, yang adalah kebenaran. Bersukacita dalam kesenangan duniawi itu berbahaya, bersukacita dalam diri sendiri itu bodoh, bersukacita dalam dosa itu fatal, tetapi bersukacita di dalam Tuhan itu surgawi.

b.      Memiliki sikap dan tindakan yang empati: Yesus adalah teladan dalam hal empati ( Yohanes 11:33–35). Yesus sangat tersentuh dan menangis bersama Maria dan yang lainnya setelah Lazarus meninggal. Yesus tahu Dia akan membangkitkan Lazarus dari kematian, namun Yesus ikut merasakan kesedihan mereka yang kehilangan. Empati didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Empati sejati mengharuskan kita melangkah keluar dari emosi kita sendiri untuk melihat segala sesuatunya sepenuhnya dari sudut pandang orang lain. Artinya Empati adalah melihat dengan mata orang lain, mendengarkan dengan telinga orang lain, dan merasakan dengan hati orang lain. Oleh sebab itu empati adalah cara khusus untuk mengenal orang lain dan diri kita sendiri. Empati dan kasih sayang akan membuat dunia kita lebih baik. Orang-orang percaya yang telah diselamatkan telah diperlihatkan kasih karunia yang besar oleh Allah (Roma 3:23-24), yang mengalami pencobaan dan penderitaan kita (Ibrani 4:15-16). Sama seperti orang Kristen, yang telah menunjukkan belas kasihan yang besar, harus berbelas kasih kepada orang lain (Roma 11:30-31; Efesus 4:32), demikian juga mereka harus mencerminkan empati Allah melalui belas kasihan kepada orang lain. Hanya dengan melihat belas kasih dan cinta yang luar biasa yang Tuhan miliki untuk kita, maka kita akan dapat memiliki hati-Nya untuk orang lain.Amin

Hidup kita untuk menyenangkan hati Tuhan

 

2 Timotius 2:15” Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

Saudara-saudara yang terkasih, melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan :

a.      Hidup kita untuk menyenangkan hati Tuhan:  Setiap pekerja atau pelayan harus berkeinginan untuk memuaskan harapan atasannya. Timotius harus memandang pekerjaannya untuk Tuhan dengan cara yang sama. Dia tidak melayani untuk menyenangkan orang lain, tetapi untuk menyenangkan Tuhan. Paulus tahu betul banyak cara dunia dapat mengalihkan fokus orang Kristen. Kekuatan duniawi ini akan berusaha menarik perhatian Timotius untuk membuat orang bahagia, daripada memandang Tuhan sebagai Pribadi yang menyenangkan. Kunci untuk mengurangi kekecewaan dalam hidup adalah berhenti menyenangkan orang lain. Panggilan sejati kita adalah untuk menyenangkan Tuhan.Lakukanlah apa yang harus kita lakukan sebagaimana kita harus melakukannya, dan gunakan semua kekuatan mulia dalam melakukannya sejauh itu menyenangkan Tuhan, dan kurangi perhatian pada persetujuan atau ketidaksetujuan manusia, meskipun mempertimbangkan dan mengambil  pelajaran dari pemikiran mereka dengan serius. Jangan mencari ketenaran tetapi biarkan itu menginspirasi kita. Pikirkan tujuan yang sebenarnya terlepas dari rintangan dan kegagalan yang akan kita temui. Lakukan yang terbaik untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan karena dari-Nya keluar napas setiap hari! Menyenangkan hati Tuhan adalah suatu tujuan pokok manusia ciptaanNya. Kita jangan hanya bisa menyenangkan hati manusia, tetapi kita juga harus bisa menyenangkan dan membuat Tuhan tersenyum.

b.     Hidup dalam keberanian iman: Paulus merasa perlu untuk menekankan keberanian dalam iman kepada mereka yang tergoda untuk menghindari kesulitan dan penganiayaan. Keberaniannya juga mencakup "menghidupi firman kebenaran dengan benar". Berbeda dengan guru-guru palsu yang memperdebatkan kata-kata, Timotius telah mempelajari Kitab Suci sejak masa mudanya dan harus melakukannya dengan tepat.Amin

Murah hati

 

Lukas 6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Saudara-saudara yang terkasih, melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan:

a.       Murah hati adalah kasih. Kata murah hati/Kemurahan disebut  chrestotes (Yunani), benignitas (latin), kindness(Inggris)Benignity artinya perbuatan baik yang nyata, kelembutan dalam berlaku terhadap sesama dan bersikap penuh rahmat. Alkitab sering menulis kata terkait murah hati, intinya perbuatan murah hati dilakukan oleh Tuhan dan manusia (Lukas 6:36). Adapun perbuatan dan sikap yang mencerminkan murah hati dalam tindakan nyata, yaitu: (a) Murah hati adalah respon atas anugerah keselamatan dari Tuhan (b) tak berdiam diri saat melihat orang yang membutuhkan. (c) mau terlibat dalam penderitaan orang lain karena tak kuasa meninggalkannya. (d) kesediaan untuk menerima/ memaafkan dan memulai dengan sebuah relasi yang baru dengan tidak memperhatikan latar belakang yang dibayangi dendam, atau luka batin lainnya.

b.      Cinta kasih membutuhkan kemurahan hati dan pengorbanan diri, dan itulah keteladanan hidup Yesus. Salah satu keistimewaan yang dimiliki orang Kristen adalah kemampuannya untuk mengasihi orang, bahkan yang telah menyakiti hatinya sekalipun. Namun sayangnya, tidak semua orang Kristen menyadari keistimewaan ini dan cenderung mengabaikannya. Murah hati selalu ada unsur pengampunan, kasih yang ditunjukan dalam perbuatan. Murah hati tindakan tulus, tidak mengungkit-ungkit atas tindakan yang telah dilakukan untuk kepentingan sesama, Murah hati adalah tindakan yang tidak didasari perbedaan ras, suku, agama bahkan politik atau kepentingan pribadi lainnya.

c.       Murah hati dalam hal memberi: Kehebatan kita bukanlah apa yang kita miliki tapi apa yang kita berikan. Kita tidak harus kaya untuk menjadi murah hati. Pepatah orang bijak berkata: Jangan tunggu saat kita memiliki lalu kita bisa memberi, tapi memberilah lebih dahulu kemudian anda akan memiliki”. Tidak melakukan apa-apa untuk orang lain adalah kehancuran diri sendiri. Kita harus sengaja baik dan murah hati, atau kita kehilangan bagian terbaik dari keberadaan. Hati yang keluar dari dirinya sendiri, menjadi besar dan penuh kegembiraan. Ini adalah rahasia besar dari kehidupan batin. Kita melakukan yang paling baik untuk diri sendiri dengan melakukan sesuatu untuk orang lain. Jika kita memberi, itu akan diberikan kepada kita, dan orang yang murah hati adalah orang yang diberkati. Kita harus memberi lebih banyak untuk mendapatkan lebih banyak. Pemberian diri yang murah hatilah yang menghasilkan panen yang murah hati. Hanya dengan memberi kita dapat menerima lebih dari yang sudah kita miliki. Hukum kemakmuran adalah murah hati. Jika kita menginginkan lebih, berikan lebih banyak. Jadilah pribadi yang murah hati karena Bapa kita adalah murah hati, Amin.

Manusia berbeda dengan mesin

 

2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Saudara-saudara yang terkasih, melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan:

a.       Meskipun kita memiliki keterbatasan secara lahiriah, namun jangan pakai itu sebagai alasan untuk melemahkan semangat melayani. Secara manusiawi Paulus lemah, tetapi secara rohani dengan setia Allah menyertai dan menguatkan perjuangan iman dan pelayanannya (2 Kor 4:16-17). Manusia lahiriah akan merosot, menjadi tua dan sakitsakitan, tak ada manusia yang abadi, semua akan mati dan ada batasannya. Memang manusia berbeda dengan mesin. Misalnya mobil yang sudah tua semakin boros konsumsi bahan bakarnya dibanding mobil yang baru. Saat mobil masih baru biasanya masih irit bahan bakarnya, contohnya 1 liter bahan bakar bisa mencapai 12 km, namun setelah mesin mobil sudah tua, maka 1 liter bahan bakar hanya bisa tempuh 7 km saja… boros! Beda dengan manusia saat masih muda selera komsumsi  sangat kuat dibanding dengan setelah masa tua selera makan semakin menurun, artinya masa muda lebih boros dibanding dengan masa tua lebih irit. Itu adalah gambaran kehidupan lahiriah manusia. Namun ada satu hal yang lebih penting dalam diri kita yang terus dapat meningkat tanpa batas dan tanpa titik maksimum, yaitu manusia batiniah. Bahkan dikatakan Paulus: semakin dibaharui… luar biasa. Manusia batiniah kita ada dalam hati dan pikiran… hati dan pikiran yang terus dibaharui. Itulah yang membuat kita tidak tawar hati dan bersukacita hati tenteram. Hanya saja memang harus diperhatikan apa konsumsinya. Jangan salah! Konsumsi utama dari hati dan pikiran kita adalah firman Tuhan. Sebab itu… agar hati dan pikiran kita terus dibaharui, nikmatilah konsumsinya yang sebenarnya… firman Tuhan. Itu yang utama, tidak ada yang lain.

b.      Hidupilah semangat pelayanan yang hidup. Manusia batiniah  selalu dibaharui bila hidup dalam iman, dan pengharapan yang menguatkan orang Kristen meskipun mengalami banyak pergumulan. Semangat melayani tidak bergantung pada hal jasmaniah namun bagaimana batiniah kita (integritas, spritualitas, motivasi pelayanan, dll). Sekalipun daya fisik Paulus makin menurun, baik karena usia maupun penderitaan yang terus menerus, namun semangatnya menginjili tetap menyala-nyala. Mengapa? Karena dia sangat yakin bahwa di balik semua penderitaan ini kelak tersedia kemuliaan dari Tuhan (2 Kor 4:17).

Hidup kita akan berguna jika hidup kita berguna bagi orang lain

 

Yakobus 5:19-20 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Saudara-saudara yang terkasih, melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan :

a.      Hidup kita akan berguna jika hidup kita berguna bagi orang lain. Surat Yakobus menekankan iman harus dinyatakan dalam perbuatan. Hidup yang benar adalah bukti dan hasil dari iman. Iman dan kebenaran harus mewujud nyata dalam setiap aspek tindakan kita. Meskipun hidup kita memperoleh anugerah keselamatan melalui pengorbanan Kristus namun kita masih orang-orang yang berdosa yang hidup dalam tubuh yang fana yang memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Oleh sebab itu tugas setiap orang percaya adalah saling menjaga dan membatu  orang yang menyimpang dari kebenaran. Hanya hidup yang dijalani untuk orang lain adalah hidup yang berharga. Kita harus hadir untuk menghibur saat orang lain hancur bukan malah kabur. Sesungguhnya apapun kebaikan yang kita berikan kepada orang lain, maka kebakan itu juga akan kembali kepada kita. Arti persaudaraan dalam hidup orang Kristen adalah ketika kita saling menasehati, mengingatkan, berbuat baik, melindungi dan mengasihi dengan tulus. Meskipun Tuhan membenci perbuatn dosa namun Tuhan mengasihi orang yang berbuat dosa. Firman Tuhan berkata “ Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!" (Yeh 18:32). Pertobatan adalah tanda orang Kristen, dan tanda orang Kristen  adalah membuat orang lain untuk bertobat. 

b.      Kepedulian dalam kasih. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk ditebus oleh pengorbanan Kristus. Saat kita menolong seorang saudara seiman untuk kembali pada Tuhan, apapun dosa yang sudah ia perbuat, pengampunan Tuhan tersedia untuk menyelamatkan mereka dari kematian rohani. Apa yang lebih luar biasa daripada sebuah kehidupan yang diperbarui dalam Kristus? Sungguh luar biasa kalau Tuhan mengizinkan kita ikut ambil bagian dalam karya pemulihan-Nya yang mengagumkan itu! Namun, bagaimana caranya kita bisa menolong orang yang sudah menyimpang untuk kembali kepada Tuhan? Kita dapat mengasihi mereka. Kita mengasihi mereka sama seperti Kristus mengasihi kita, dan itulah alasan kita mau peduli dan berusaha membawa mereka kembali kepada Tuhan (Yohanes 15:12). Mengasihi saudara-saudara seiman mencegah kita jatuh ke dalam dosa menghakimi atau bergosip. Saat kita mengasihi, kita akan berusaha menjaga hubungan baik dengan orang tersebut, dan hubungan yang baik itu dapat saja dipakai Tuhan untuk menyatakan karya-Nya, Amin

Hendaklah kamu ramah

 

Efesus 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

 Saudara-saudara yang terkasih, melalui nats ini kita diajak untuk merenungkan :

a.      Jadilah pribadi yang ramah bukan pemarah. Menjadi pribadi yang ramah artinya hidup kita berguna bagi sesama; berbudi luhur, baik, menyenangkan, baik hati, artinya kita mampu untuk berbuat baik bagi orang lain meskipun kita tidak mendapat kebaikan dari perbuatan baik kita. Namun orang percaya tidak kendor untuk berbuat baik, sebab teladan hidup orang Kristen adalah melakukan apa yang Tuhan Yesus perbuat bagi kita, cara Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita, demikian hal nya kita selalu belajar dan mencoba menjadi pribadi yang ramah dan penuh kasih mesra (penyayang, hati yang lembut) Kita harus memperlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti Tuhan memperlakukan kita, sebab tidak ada teladan belas kasih yang lebih besar daripada belas kasih dari Tuhan Yesus.

b.     Jadilah pribadi yang mau mengampuni bukan menghakimi: Yesus mati bagi kita agar kita dapat menemukan belas kasihan dan pengampunan. Salah satu sumber kebahagiaan adalah ketika kita menjadi pribadi yang mau mengampuni. Kita tidak bisa mengatur hidup orang lain, sikap orang lain perbuatan orang lain terhadap kita. Pengalaman hidup kita bisa saja mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, mendapat ocehan,fitnah, dll. Menjadi seorang Kristen berarti mengampuni yang tidak dapat dimaafkan karena Tuhan telah mengampuni kita dari hal yang tidak dapat dimaafkan dalam diri kita. Memaafkan adalah bentuk cinta kasih yang tertinggi dan terindah. Sesungguhnya sikap mau memaafkan atau mengampuni kesalahan orang lain bermanfaat bagi diri kita sendiri, karena hal tersebut dapat membuat hati kita menjadi lebih tenang dan penuh kedamaian dan kebahagiaan yang tak terhitung. Memaafkan bukanlah kelemahan namun sifat orang tangguh,  sebab orang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Orang yang mau mengampuni adalah orang yang hidup dalam iman, kasih dan pengharapan, Amin.